SORONG ,Keberhasilan sebuah organisasi kemasyarakatan (Ormas) sangat bergantung pada efektivitas tata kelola internal serta kedisiplinan birokrasinya. Di Provinsi Papua Barat Daya, roda organisasi Gerakan Berani Nusantara (GBRAN) terus bergerak dinamis berkat komitmen kuat dari jajaran pengurus wilayahnya, khususnya Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GBRAN Papua Barat Daya,
Debi D. Sopacua.Saat ditemui di kediamannya di Sorong, Debi
membeberkan pandangannya mengenai esensi dan urgensi peranan seorang sekretaris
dalam mengawal serta menentukan arah perjalanan organisasi. Sebagai sekretaris
umum di tingkat daerah, ia memegang tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa
seluruh fungsi administratif dan manajerial berjalan secara selaras dengan visi
pusat guna menggerakkan roda organisasi secara efektif.
Sekretaris sebagai
Penggerak Utama dan Penjaga Tertib Administrasi
Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GBRAN, struktur kepengurusan di tingkat provinsi menuntut adanya koordinasi yang solid antara ketua, sekretaris, bendahara, serta berbagai bidang sektoral. Menurut Debi, tugas seorang sekretaris jauh melampaui sekadar mengurus surat-menyurat konvensional.
"Sebagai sekretaris DPD, peran kami adalah memastikan bahwa seluruh kebijakan taktis dan strategis dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dapat diterjemahkan dengan baik di tingkat daerah. Kami adalah jembatan penghubung komunikasi, pengatur manajemen data, sekaligus pengawas tertib administrasi agar roda organisasi berjalan di atas rel yang benar sesuai AD/ART," tegas Debi.
Dalam menjalankan roda organisasi di wilayah
otonomi baru seperti Papua Barat Daya, Debi menekankan pentingnya kepatuhan
terhadap regulasi organisasi yang tertuang dalam Bab XII Pasal 21 AD/ART GBRAN
mengenai sistem administrasi desentralisasi [cite: ]. Penertiban basis data
anggota, verifikasi kepengurusan hingga tingkat cabang, serta pengelolaan Kartu
Tanda Anggota (KTA) dikawal ketat agar organisasi memiliki legalitas yang kuat
di mata hukum maupun masyarakat [cite: ].
Mengawal 9 Program
Prioritas (Asta Cita) Pemerintahan Prabowo-Gibran
Lebih lanjut, Debi D. Sopacua menjelaskan bahwa gerak langkah organisasi GBRAN tidak terlepas dari komitmen moral untuk mengawal dan mendukung penuh program pembangunan nasional. Berdasarkan Bab IV Anggaran Dasar GBRAN tentang Pokok-Pokok Perjuangan, organisasi ini secara tegas berpedoman pada 9 program prioritas (Asta Cita) pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menyongsong visi bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045
Adapun pokok-pokok perjuangan dan pilar utama
Asta Cita yang menjadi pegangan strategis GBRAN dalam menggerakkan roda
organisasi meliputi:
Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM)
1. Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara
and mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi,
air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
2. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas,
mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.
3. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia
(SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, serta prestasi olahraga.
4. Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi
berbasiskan sumber daya alam (SDA) untuk kemakmuran rakyat di dalam negeri.
5. Membangun dari desa dan dari bawah untuk
pertumbuhan ekonomi pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
6. Memperkuat reformasi politik, hukum, dan
birokrasi, serta pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
7. Memperkuat penyelarasan kehidupan yang
harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi
antarumat beragama.
8. Menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya dalam menyongsong Indonesia Emas.
Di tingkat lokal Papua Barat Daya, Debi mendorong seluruh fungsionaris dan kader untuk menerjemahkan Asta Cita tersebut melalui aksi nyata di akar rumput—mulai dari pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan UMKM lokal, hingga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
Membangun Solidaritas
dan Militansi Kader
Menutup perbincangannya, Debi D. Sopacua
berpesan kepada seluruh anggota dan pengurus GBRAN di Provinsi Papua Barat Daya
agar senantiasa menjunjung tinggi etika organisasi, menjaga keharmonisan, serta
memegang teguh semangat gotong royong.
“Organisasi ini besar bukan karena perorangan,
tetapi karena kerja sama tim, militansi, dan rasa persaudaraan yang kuat dari
pusat hingga ranting. Mari kita bersama-sama membawa GBRAN Papua Barat Daya
menjadi barometer Ormas yang profesional, berintegritas, dan bermanfaat nyata
bagi masyarakat dalam mengawal visi Indonesia Emas,” pungkasnya.

0 Komentar